Ikut Jambore Sedunia, 11 Anggota Pramuka Berangkat ke Jepang
SANGATTA – Untuk kesekian
kalinya, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kutai Timur (Kutim)
turut andil dalam kegiatan kepramukaan tingkat internasional.
Kali ini belasan anggota pramuka asal
Kutim akan berangkat guna mengikuti 23rd World Scout Jamboree atau
Jambore Pramuka Sedunia ke-23 Tahun 2015, di Kirara-Hama, Yamaguchi,
Jepang.
Keberangkatan pramuka Kutim dilepas
langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di halaman Sekretariat
Kabupaten, Senin lalu.
Bupati Ardiansyah Sulaiman sebelum
pelepasan menyampaikan beberapa hal penting untuk diingat dan
dilaksanakan oleh pramuka Kutim selama berada di negeri samurai.
“Adik-adik (pramuka) sekalian menjadi
pilihan untuk mewakili Kutim. Ini ajang pendidikan luar sekolah yang
luar biasa. Diharapkan nantinya banyak mendapatkan manfaat didalamnya.
Praktik lapangan adalah ladang pendidikan yang tidak pernah didapatkan
di kelas,” katanya.
“Sesungguhnya itulah yang dipahami di
masyarakat dan kondisi riil (nyata). Jadi manfaatkan momen (jambore
internasional) ini sebaik-baiknya,” pinta Ardiansyah.
Bupati berharap, para pramuka tidak
hanya mengutamakan kesenangannya semata. Melainkan dapat mengambil ilmu
dan program edukasi lainnya untuk selanjutnya dimanfaatkan saat kembali
ke tanah air.
Menurutnya, setelah jambore para pramuka
dapat mendedikasikan ilmu yang didapat di tengah masyarakat pada masa
yang akan datang. Terakhir Ardiansyah meminta Pramuka Kutim dapat
menjaga kesehatan. Terpenting selalu menjaga nama baik daerah dan negara
Indonesia.
Sekretaris Kwarcab Kutim, Supratman,
dalam laporannya mengatakan anggota pramuka dari Kwarcab Kutim bersama
peserta asal Indonesia lainnya menurut rencana akan mengikuti kegiatan
pramuka tingkat dunia tersebut sejak 28 Juli sampai 8 Agustus 2015.
“Namun sejak 22-28 Juli, 11 anggota
pramuka Kwarcab Kutim akan terlebih dulu bergabung dan diberi pembekalan
di Cibubur (Jawa Barat),” kata Supratman.
Selama di Jepang, nantinya Gerakan
Pramuka Kwarcab Kutim akan menampilkan berbagai kegiatan keterampilan.
Diantaranya adalah pentas seni tari dengan menampilkan dua jenis tarian
khas Kutim, yakni Tari Jepen dan Tarian Dayak.
Peserta yang mengikuti ajang ini
merupakan pramuka hasil seleksi yang dilakukan masing-masing kecamatan.
Sehingga pramuka terpilih adalah yang terbaik dan pantas diikutsertakan
di ajang tingkat dunia ini.
“Berusia antara 14 hingga 17 tahun, pada
fase usia yang produktif untuk dikembangkan bakatnya. Rata-rata peserta
berasal dari kecamatan Muara Ancalong, Sangkulirang, Bengalon dan
Sangatta Utara. Kwartir Cabang Kutim akan mengikutsertakan 10 peserta
Pramuka Penegak dan 2 pendamping serta 3 visitor.” ungkap Supratman
(*hms8/adv

Tidak ada komentar:
Posting Komentar