Kamis, 13 Agustus 2015

Kwarcab Kutai Melepas 11 Anggota Pramuka untuk Mengikuti Jambore Sedunia

 

Ikut Jambore Sedunia, 11 Anggota Pramuka Berangkat ke Jepang

SANGATTA – Untuk kesekian kalinya, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kutai Timur (Kutim) turut andil dalam kegiatan kepramukaan tingkat internasional.
Kali ini belasan anggota pramuka asal Kutim akan berangkat guna mengikuti 23rd World Scout Jamboree atau Jambore Pramuka Sedunia ke-23 Tahun 2015, di Kirara-Hama, Yamaguchi, Jepang.
Keberangkatan pramuka Kutim dilepas langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di halaman Sekretariat Kabupaten, Senin lalu.
Bupati Ardiansyah Sulaiman sebelum pelepasan menyampaikan beberapa hal penting untuk diingat dan dilaksanakan oleh pramuka Kutim selama berada di negeri samurai.
“Adik-adik (pramuka) sekalian menjadi pilihan untuk mewakili Kutim. Ini ajang pendidikan luar sekolah yang luar biasa. Diharapkan nantinya banyak mendapatkan manfaat didalamnya. Praktik lapangan adalah ladang pendidikan yang tidak pernah didapatkan di kelas,” katanya.
“Sesungguhnya itulah yang dipahami di masyarakat dan kondisi riil (nyata). Jadi manfaatkan momen (jambore internasional) ini sebaik-baiknya,” pinta Ardiansyah.
Bupati berharap, para pramuka tidak hanya mengutamakan kesenangannya semata. Melainkan dapat mengambil ilmu dan program edukasi lainnya untuk selanjutnya dimanfaatkan saat kembali ke tanah air.
Menurutnya, setelah jambore para pramuka dapat mendedikasikan ilmu yang didapat di tengah masyarakat pada masa yang akan datang. Terakhir Ardiansyah meminta Pramuka Kutim dapat menjaga kesehatan. Terpenting selalu menjaga nama baik daerah dan negara Indonesia.
Sekretaris Kwarcab Kutim, Supratman, dalam laporannya mengatakan anggota pramuka dari Kwarcab Kutim bersama peserta asal Indonesia lainnya menurut rencana akan mengikuti kegiatan pramuka tingkat dunia tersebut sejak 28 Juli sampai 8 Agustus 2015.
“Namun sejak 22-28 Juli, 11 anggota pramuka Kwarcab Kutim akan terlebih dulu bergabung dan diberi pembekalan di Cibubur (Jawa Barat),” kata Supratman.
Selama di Jepang, nantinya Gerakan Pramuka Kwarcab Kutim akan menampilkan berbagai kegiatan keterampilan. Diantaranya adalah pentas seni tari dengan menampilkan dua jenis tarian khas Kutim, yakni Tari Jepen dan Tarian Dayak.
Peserta yang mengikuti ajang ini merupakan pramuka hasil seleksi yang dilakukan masing-masing kecamatan. Sehingga pramuka terpilih adalah yang terbaik dan pantas diikutsertakan di ajang tingkat dunia ini.
“Berusia antara 14 hingga 17 tahun, pada fase usia yang produktif untuk dikembangkan bakatnya. Rata-rata peserta berasal dari kecamatan Muara Ancalong, Sangkulirang, Bengalon dan Sangatta Utara. Kwartir Cabang Kutim akan mengikutsertakan 10 peserta Pramuka Penegak dan 2 pendamping serta 3 visitor.” ungkap Supratman (*hms8/adv

Hari Pramuka

 

Sejarah dan Makna Hari Pramuka tanggal 14 Agustus 2015 . setiap hari besar yang masukkan dalam hari besar Nasional Indonesia tentunya mempunyai sejarah tersendiri , baik itu dalam latar belakang terjadinya , latar belakang penetapan hari nya dan juga sejumlah makna yang terkandung dalam hari yang selalu diperingati berulang ulang setiap tahunnya itu . dan kalii ini yang akan segera di peringati dalam waktu dekat adalah peringatan hari Gerakan Pramuka yang jatuh pada hari Jumat tanggalk 14 agustus 2015 tentunya . bagi anda yang ingin menggali sejarah Pramuka dan makna hari pramuka mari kita sama sama ulas disini , jika ada kesalahan maka mohon dikoreksi .
Sejarah Pramuka Di Indonesia : Gerakan Pramuka juga disebut Kepanduan di Indonesia sudah ada sejak tahun 1923 dengan adanya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) yang berada di Bandung. juga pada tahun yang sama, di Kota Jakarta dibentuk Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi akar dari kepanduan di Indonesia ini bersatu bernama Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di kota Bandung pada tahun 1926.
Sejarah penetapan tanggal 14 agustus sebagai Hari Pramuka
Tahap tahap hingga Gerakan Pramuka muncul

HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA : Hari dimana Presiden/Mandataris MPRS berpidato didepan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara.

Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA

 Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai  HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA  

Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari PRAMUKA.